http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16002/
Reviewer Landasan Ilmu Pendidikan
Kusumawati, Erna
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16002/1/landasan%20ilmu%20pendidikan.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16002/
Reviewer Landasan Ilmu Pendidikan
Kusumawati, Erna
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16002/1/landasan%20ilmu%20pendidikan.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16003/
Reviewer Penelitian: Lecture’s Ambitious And Commitment
Kusumawati, Erna
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16003/1/lecturer%20ambition.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16000/
Reviewer Commitment to the Teacher’s Loyalty as a Customer
Kusumawati, Erna
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16000/1/commitmrnt.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15964/
Students’ Critical Thinking Skills on Algebraic Problems Through Mathematical Resilience
Faradillah, Ayu
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15964/1/artikel.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15977/
Analisis Biaya Diferensial dalam Pengambilan Keputusan Menerima atau Menolak Pesanan Khusus pada PT Teco Multiguna Elektro
Fitriani, Endah Wahyu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penerapan biaya diferensial dalam proses pengambilan keputusan menggunakan analisis biaya diferensial. Dengan hal ini diharapkan dapat membantu perusahan dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Variabel yang diteliti adalah variabel X yaitu biaya diferensial, sedangkan variabel Y adalah pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT Teco Multiguna Elektro (perusahaan industri elektro motor). Sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Teco Multiguna Elektro selama 5 (lima) tahun periode 2012-2016.
Untuk mengetahui keputusan apa yang diambil oleh perusahaan dengan memilih antara menerima atau menolak pesanan khusus dapat dilakukan dengan cara hasil pendapatan pesanan khusus dikurangi dengan biaya diferensial maka hasil dari margin kontribusi adalah laba diferensial.
Hasil dari analisis proses penerapan biaya diferensial dalam proses pengambilan keputusan menggunakan analisis biaya diferensial pada PT Teco Multiguna Elektro dari produk yang sama yaitu Three phase squirell cage induction motors (SCIM) untuk pesanan khusus ini yaitu menerima pada tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016 karena dapat meningkatkan laba bagi perusahaan dan mendapatkan keuntungan atau efisiensi biaya. Sedangkan pada tahun 2012 PT Teco Multiguna Elektro menolak pesanan khusus karena dapat merugikan perusahaan karena tidak mendapatkan keuntungan serta tidak efisiensi nya biaya itu disebabkan karena adanya penawaran harga dibawah harga standar pesanan khusus yang dilakukan customer sehingga itu menambah Biaya Diferensial. Maka PT Teco Multiguna Elektro menolak pesanan tersebut, walaupun pesanan tersebut sangat banyak, tapi tetap tidak dapat menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh PT Teco Multiguna Elektro.
Dari hasil penelitian ini disarankan kepada PT Teco Multiguna Elektro untuk tetap menggunakan alat bantu seperti analisis biaya diferensial secara maksimal sehingga keputusan yang diambil oleh manajemen perusahaan memberikan hasil yang lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan menggunakan perkiraan, dengan atau pengalaman Walaupun perusahaan menerima pesanan khusus dari pelanggan tertentu. Diharapkan peneliti berikutnya dapat menambahkan lebih banyak variabel bebas lainnya dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus, dan mengganti alternatif proses pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus, dan mengganti alternatif menerima atau menolak dengan alternatif lain seperti alternatif membeli atau memproduksi sendiri, menjual atau mengolah lebih lanjut, dan keputusan meneruskan atau menghentikan.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15977/1/FEB_AKT_1202025061_ENDAH%20WAHYU%20FITRIANI.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15980/
Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Alat Pengendalian Pusat Pertanggungjawaban pada PT Perkebunan Nusantara IX (Persero)
Herdini, Putri Amanda
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akuntansi pertanggungjawaban yang diterapkan oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), proses penyusunan anggaran, dan pengendalian pusat pertanggungjawaban pada PT Perkebunan Nusantara IX (Persero).
Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif analitis, yaitu dengan menganalisis struktur organisasi perusahaan, proses penyusunan anggaran, dan pengendalian yang dilakukan pada pusat-pusat pertanggungjawaban pada PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). Variabel yang diteliti adalah akuntansi pertanggungjawaban sebagai variabel independen dan pengendalian pusat pertanggungjawaban sebagai variabel dependen. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa RKAP beserta realisasinya dan laporan keuangan tahun 2011 sampai dengan tahun 2015.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi pertanggungjawaban yang diterapkan oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) saat ini sudah berjalan dengan cukup baik. Dalam penyusunan anggaran perusahaan telah menyusun anggaran sesuai dengan wewenang, tugas, dan tanggung jawab di mana masing-masing manajer pusat pertanggungjawaban telah menyusun anggarannya sendiri dengan mempertimbangkan realisasi anggaran tahun sebelumnya. Hasil pengukuran pusat pendapatan dan pusat biaya pada tahun 2011 sampai 2015 memberikan selisih yang tidak menguntungkan. Hasil pengukuran pusat laba divisi tanaman semusim pada tahun 2011 adalah kurang baik, sedangkan pada tahun 2012 dikatakan baik. Namun pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dikatakan kurang baik. Untuk hasil pengukuran pusat laba divisi tanaman tahunan pada tahun 2011 sampai dengan 2015 dikatakan kurang baik. Hasil pengukuran pusat investasi pada tahun 2011 dan 2012 pusat investasi dikatakan baik, sedangkan pada tahun 2013 hingga 2015 dikatakan kurang baik. Ditinjau dari laba residual pada tahun 2011 hingga tahun 2013 manajemen telah mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, sedangkan pada tahun 2014 dan 2015 manajemen belum mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Dari hasil penelitian ini disarankan kepada PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) untuk meningkatkan kinerja perusahaan terutama pada pusat pendapatan dan meminimalkan biaya-biaya yang dikeluarkan agar dapat memperoleh laba yang maksimal.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15980/1/FEB_AKT_1202025150_PUTRI%20AMANDA%20HERDINI.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15982/
Pengaruh Pelatihan dan Kompetensi Karyawan
Terhadap Kinerja Karyawan di Lingkungan Unit
Sintelis pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
DAOP 1 Jakarta
Pramesti, Ariestya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Pelatihan dan
Kompetensi Karyawan terhadap Kinerja Karyawan.
Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah karyawan di Lingkungan Unit Sintelis pada PT Kereta Api
Indonesia (PERSERO) DAOP 1 Jakarta yang berjumlah 127 orang sebagai
responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kusioner
dengan menggunakan pengukuran skala likert, observasi, wawancara dan studi
pustaka. Teknik pengolahan dan analisis data yang di gunakan adalah uji kualitas
data, analisis deskriptif, regresi liener berganda, uji asumsi klasik, analisis
koefisien determinasi, analisis uji hipotesis, analisis koefisien korelasi parsial, dan
analisis koefisien korelasi berganda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Pelatihan berpengaruh
positif signifikan terhadap Kinerja Karyawan dan secara parsial Kompetensi
Karyawan berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Secara
simultan variabel Pelatihan dan Kompetensi Karyawan berpengaruh positif
signifikan terhadap Kinerja Karyawan.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15982/1/_FEB_MNJ_1602025027_Ariestya%20Pramesti.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15983/
Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA) pada PT Prodia Widyahusada Tbk
Apriyati, Riska
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan terhadap Economic Value Added (EVA) dan terhadap Financial Value Added (FVA) PT Prodia Widyahusada Tbk.
Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kuantitatif. Variabel yang diteliti adalah Economic Value Added (EVA) dan terhadap Financial Value Added (FVA) sebagai variabel bebas dan Return on Asset (ROA) sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah laboratorium yang ada di jakarta. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini berdasarkan purposive judgement sampling. Pemilihan sampel ditentukan secara purposive judgement sampling dengan tujuan untuk mendapatkan data yang representatif sesuai dengan kiteria berupa suatu pertimbangan tertentu yaitu laporan keuangan PT Prodia Widyahusada Tbk. Teknik pengumpulan data dengan cara telah dokumen, dan teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan yaitu dengan metode analisis, secara teoritis mengenai kinerja keuangan berdasarkan Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA).
Berdasarkan perhitungan Economic Value Added (EVA) pada tahun 2013 sampai tahun 2016 manajemen perusahaan telah mampu menciptakan nilai Economic Value Added (EVA) yang positif pada tahun 2013 Rp 21.991.123.613 tahun 2014 Rp 15.631.284.903 tahun 2015 Rp 13.574.658.301 dan tahun 2016 Rp 15.227.716.269. Artinya perusahaan sudah mampu menciptakan nilai tambah kekayaan perusahaan.
Berdasarkan perhitungan Financial Value Added (FVA) pada tahun 2013 Rp 7.921.815.342 tahun 2014 Rp 44.979.907.752 dan tahun 2016 Rp 21.857.451.403 manajemen juga telah mampu menciptakan nilai Financial Value Added (FVA) yang positif, kecuali tahun 2015 sebesar Rp -131.151.198.028.
Berdasarkan penjelasan di atas disarankan kepada peneliti selanjutnya sebaiknya menambah variabel independensi Return on Equity, Return on Investment dan Market Value Added sehingga diharapkan penelitian selanjutnya memperoleh hasil yang lebih baik lagi.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15983/1/FEB_AKT_1202025163_RISKA%20APRIYATI.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15979/
Analisis Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 23 pada Proses Pengakuan dan Pengukuran Pendapatan Jasa terhadap Laba Operasional di PT Multi Graha Teknika
Aljabbar, Muhammad Faris
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengakuan dan pengukuran dari kegiatan usaha jasa perawatan perkereta apian pada PT Multi Graha Teknika dan untuk mengetahui pengakuan dan pengukuran pendapatan pada jasa perawatan perkereta apian telah sesuai dengan PSAK No. 23.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan mengumpulkan data langsung dari perusahaan. Variabel yang diteliti adalah penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 23 pada proses pengakuan dan pengukuran pendapatan sebagai variabel bebas dan laba operasional sebagai variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan telaah dokumen yang ada di PT Multi Graha Teknika. Teknik pengolahan dan analisis data dengan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Multi Graha Teknika menggunakan PSAK No. 23 dalam melakukan proses pengakuan dan pengukuran pendapatan jasa perawatan perkereta apian yaitu dengan cara menentukan pengakuan pendapatan jasa dapat diukur secara andal seperti pendapatan yang dicatat dan diakui oleh perusahaan menggunakan metode accrual basis. Sedangkan pada saat menentukan pengukuran pendapatan jasa perawatan perkereta apian dilihat dari laporan GSA-SAR (General Statement of Account – Statement of Account Receivable) setiap bulannya.
Pendapatan jasa perawatan perekereta apian di PT Multi Graha Teknika dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu perawatan crane, perawatan KRDE dan perawatan peralatan alat uji kereta api. Dimana PT Multi Graha Teknika melakukan perawatan perkereta apiaannya secara rutin setiap bulannya untuk selalu menjaga kondisi kereta api agar siap operasi.
PT Multi Graha Teknika dalam menjalankan kegiatan usahanya, menerapkan dan mengikuti perkembangan peraturan yang berlaku. Dalam melakukan pengakuan dan pengukuran pendapatan jasa perawatan perkereta apian perusahaan menggunakan peraturan yang telah ditetapkan SAK yaitu PSAK No. 23. Peneliti mengharapkan agar kebijaksanaan yang sudah ada tetap dipertahankan. Kemudian bagi peneliti berikutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian terhadap PSAK No. 23 baik berupa data, metode penelitian, maupun perusahaannya seperti membandingkan perusahaan dagang, manufaktur dan jasa.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15979/1/FEB_AKT_1202025105_MUHAMMAD%20FARIS%20ALJABBAR.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15978/
Implementasi Perlakuan Zakat dalam Penghitungan Penghasilan Kena Pajak (Studi Kasus Wajib Pajak Orang Pribadi di Jakarta)
Aini, Leni Nur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan zakat dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak terhadap wajib pajak orang pribadi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan implementasi perlakuan zakat dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak pada wajib pajak orang pribadi di Jakarta.
Penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Variabel yang diteliti adalah zakat atas penghasilan dan pengimplementasian dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak wajib pajak orang pribadi di Jakarta. Teknik pemilihan sampel menggunakan non probability sampling dengan menggunakan pendekatan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 3 (tiga) Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk dan disahkan oleh pemerintah. Tekni pengumpulan data yang digunakan adalah studi lapangan, dengan menggunakan kuesioner.
Dari analisis yang dilakukan, diketahui bahwa masyarakat muslim selain pembayar zakat, juga sekaligus menjadi pembayar pajak. Pemerintah mengamodasi kewajiban zakat atas penghasilan dalam mekanisme pajak sebagai pengurang Penghasilan Kena Pajak, yang diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan dan Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Untuk memanfaatkan fasilitas zakat sebagai pengurang dalam mekanisme pajak, zakat atas penghasilan harus dibayar kepada BAZ dan LAZ yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, dengan meminta bukti pembayaran yang memenuhi ketentuan yang telah diatur.
Zakat yang dibayarkan adalah zakat yang berkenaan dengan penghasilan yang merupakan objek pajak, dan persentasenya sebesar ketentuan yang berlaku dalam peraturan agama Islam. Sebanyak 77,78% responden yang membayar zakat atas penghasilannya. Responden yang menyalurkan zakatnya di BAZ dan LAZ resmi 59,26%, kemudian yang mengetahui informasi zakat sebagai pengurang dalam mekanisme perpajakan 85,71% dari jumlah responden yang membayar zakat. Namun yang memanfaatkan zakatnya menjadi pengurang dalam mekanisme perpajakannya hanya 42,86%. Rendahnya pemanfaatan zakat atas penghasilan dalam mekanisme perpajakan disebabkan kurangnya pengetahuan responden maupun sosialisasi yang dirasa kurang, serta sanksi tidak tegas dari segi hukum.
Berdasarkan penjelasan di atas peneliti memberikan saran kepada pihak Direktorat Jenderal Pajak maupun BAZ dan LAZ untuk kembali mensosialisasikan peraturan perlakuan zakat sebagai pengurang dalam mekanisme perpajakan. Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menambah faktor lain, periode penelitian, maupun memperluas populasi dan sampel responden yang bekerja di BAZ dan LAZ resmi ataupun wajib pajak orang pribadi di Jakarta pada umumnya agar data dapat digeneralisasi.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15978/1/FEB_AKT_1202025102_LENI%20NUR%20AINI.pdf