Categories
Repo

Analisis Karakteristik Budaya Keselamatan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Tangerang Selatan Tahun 2020

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16930/

Analisis Karakteristik Budaya Keselamatan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Tangerang Selatan Tahun 2020

Hutomo, Ibnu Afrianto

Karakteristik budaya keselamatan sebagai strategi untuk menumbuh-kembangka budaya keselamatan mencakup sikap dan perilaku yang terstruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik budaya keselamatan tahun 2020 dan untuk menganalisis kaji budaya keselamatan tahun 2019 yaitu dari karakteristik 1 sampai dengan karakteristik 5 karakterisitik 1 yaitu keselamatan sebagai nilai yang diakui dan dipahami, Karakterisitik 2 yaitu kepemimpinan dalam keselamatan terlihat dengan jelas, Karakterisitik 3 yaitu Akuntanbilitas dalam keselamatan terdefinisi dengan jelas, Karakterisitik 4 yaitu keselamatan terintegrasi dalam setiap kegiatan, dalam proses keselamatan terintegrasi dalam setiap kegiatan, Karakterisitik 5 yaitu keselamatan berkembang dari proses pembelajaran. Metodologi penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini terdapat 14 informan. Penelitian ini dilakukan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, BATAN Tangerang Selatan Tahun 2020. Instrument yang digunakan yaitu dengan pedoman wawancara terstruktur dengan mengunakan telepon dan observasi, dengan analisis data menggunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Dengan Hasil Karakteristik 1 sampai dengan 5 sudah cukup baik dalam hal ini dalam proses pelaksanannya telah dilakukan dengan baik yang ditandai dengan tidak terdapatnya angka kecelakaan kerja di unit PTLR. Karena pekerja selalu membekali diri dengan perisiapan APD sebelum bekerja, walupun masih ada beberapa pekerja yang masih kurang dalam hal tersebut. Saran peneliti yaitu penambahan jumlah tenaga kerja dan menghimbau untuk mematuhi seluruh aturan prosedur yang berlaku saat bekerja.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16930/1/FIKES_KM_1605015213_IBNU%20AFRIANTO%20HUTOMO.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Modul Praktikum Teknologi Sediaan Farmasi Solid 2021

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16925/

Modul Praktikum Teknologi Sediaan Farmasi Solid 2021

Nining, Nining

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16925/1/Modul%20Praktikum%20TSF%201%20tahun%202021.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Gambaran Kecelakaan Kerja Sopir Bus Mayasari Bakti Jurusan Kp. Rambutan – Kalideres Pool Ciracas Jakarta Timur Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16909/

Gambaran Kecelakaan Kerja Sopir Bus Mayasari Bakti Jurusan Kp. Rambutan – Kalideres Pool Ciracas Jakarta Timur Tahun 2017

Andhika, Damas

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat melindungi dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat melindungi dan bebas dari kecelakaan kerja pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi kendaraan, faktor sopir, lama mengemudi, dan pengetahuan lalu lintas terhadap keselamatan kerja sopir bus Mayasari Bakti Jurusan Kp. Rambutan – Kalideres Pool Ciracas Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner sebagai instrumen penelitiannya. Penelitian ini akan dilakukan di Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur pada bulan September 2018. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu sebesar 53 responden yaitu seluruh sopir bus Mayasari Bakti jurusan Kp. Rambutan – Kalideres yang berjumlah 53 sopir. Hasil penelitian yang menunjukkan proporsi angka kecelakaan kerja dari seluruh responden (9,4%), responden kondisi kendaraan tidak aman (1,9%), responden dengan faktor sopir yang buruk (56,6%), responden berdasarkan lama mengemudi > 8 jam (52,8%), responden berdasarkan kurang baiknya pengetahuan lalu lintas (75,5%). Saran dari penelitian ini kepada sopir bus Mayasari Bakti jurusan Kp. Rambutan – Kalideres diharapkan untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam mengemudikan bus serta lebih diperbaiki waktu tidur atau waktu dalam beristirahat.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16909/1/FIKES_KESMAS_1405017034_DAMAS%20ANDHIKA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Analisis Kandungan Klorin (Cl2) Pada Beras Impor dan Non Impor Di Pasar Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur Tahun 2019

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16914/

Analisis Kandungan Klorin (Cl2) Pada Beras Impor dan Non Impor Di Pasar Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur Tahun 2019

Destianti, Alwinda

Klorin adalah unsur halogen berbentuk gas berwarna kuning kehijauan pada suhu normal dan berfungsi sebagai pemutih, penghilang noda maupun desinfektan. Pada saat ini klorin banyak digunakan untuk bahan pemutih beras agar beras tampak seperti berkualitas sehingga menarik dimata konsumen. Tujuan Penelitian untuk mengetahui kadar klorin pada beras di Pasar Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur. Jenis Penelitian ini yaitu kuantitatif untuk mengetahui kandungan dan kadar Klorin dengan melakukan Uji Reaksi Warna dan Uji Titrasi Iodometri. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 yaitu 13 sampel beras Non impor dan 2 sampel beras impor. Teknik Sampel yaitu Purposive Sampling.Instrumen Penelitian menggunakan Lembar Ceklist Observasi. Hasil penelitian dengan Uji reaksi warna, warna larutan menjadi biru lembayung menunjukkan positif mengandung klorin yang terdapat pada 5 beras Non Impor yaitu beras Rojolele, Solo, Saigon Bandung, Premium Bandung dan Mutiara. Beras Impor Thailand dan Pakistan tidak mengandung klorin. Uji Titrasi iodometri untuk mengetahui kadar klorin pada kelima beras tersebut. Kadar klorin paling tinggi yaitu beras Solo 18,54 ppm, beras Rojolele 18,01 ppm, beras Mutiara 11,31 ppm, beras Premium Bandung 10,60 ppm yang paling rendah yaitu beras Saigon Bandung 0,567 ppm. Menunjukkan bahwa kelima beras tersebut tidak layak dikonsumsi sesuai dengan Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No. 003/Menkes/Per/XI/2012 tidak tercatatnya bahwa senyawa klorin diperbolehkan sebagai bahan tambahan makanan. Bagi dinas kesehatan melakukan pengecekan terhadap beras yang beredar di pasaran, dan mengedukasi para pedagang untuk mengetahui ciri-ciri fisik beras yang mengandung klorin.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16914/1/FIKES_KESMAS_1505015009_ALWINDA%20DESTIANTI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Pengetahuan Gizi, Riwayat Penyakit Infeksi, Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Dengan Lingkar Lengan Atas Wanita Usia Subur Usia 15-18 Tahun Di SMAN 12 Kota Tangerang 2019

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16912/

Hubungan Pengetahuan Gizi, Riwayat Penyakit Infeksi, Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Dengan Lingkar Lengan Atas Wanita Usia Subur Usia 15-18 Tahun Di SMAN 12 Kota Tangerang 2019

Khoirunnisa, Puja

Kurang energi kronis (KEK) merupakan kondisi dimana wanita usia subur memiliki berat badan yang rendah akibat dari kekurangan energi dan protein yang kronis. Faktor penyebab langsung kurang energi kronis (KEK) pada wanita usia subur yaitu asupan makan dan penyakit infeksi, sedangkan faktor penyebab tidak langsung yaitu pengetahuan gizi, pelayanan kesehatan, lingkungan, dan ketersediaan pangan. Seseorang dikatakan menderita kurang energi kronis (KEK) apabila pengukuran LILA <23,5 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Gizi, Riwayat Penyakit Infeksi, Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Dengan Kurang Energi Kronis Wanita Usia Subur Usia 15-18 Tahun Di Sman 12 Kota Tangerang 2019. Penelitian ini merupakan penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian yaitu 87 siswi SMAN 12 Kota Tangerang menggunakan uji Chi-Square. Pengambilan data pada wanita usia subur dilakukan dengan cara mengukur lingkar lengan atas responden dengan menggunakan pita LILA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (P-value 0,05), asupan vitamin A (P-value 0,04) dengan lingkar lengan atas pada WUS, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi (P-value 0,8), asupan energi (P-value 0,7), asupan protein (P-value 0,6), asupan lemak (P-value 0,7), asupan vitamin C (P-value 0,1) dan asupan zat besi (P-value 0,7) dengan lingkar lengan atas WUS. Penelitian ini menyarankan agar SMAN 12 Kota Tangerang membuat kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan kesehatan bagi WUS. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16912/1/FIKES_GIZI_1505025105_%20PUJA%20KHOIRUNNISA.pdf Unduh!

Categories
Repo

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Kebugaran Kardiorespiratori pada Siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta Tahun 2019

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16907/

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Kebugaran Kardiorespiratori pada Siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta Tahun 2019

Najrannisa, Najrannisa

Status Kebugaran Kardiorespiratori merupakan indikator terpenting dalam mengukur kebugaran seseorang dari aspek kesehatan. Status Kebugaran Kardiorespiratori adalah kemampuan kerja jantung dan paru-paru seseorang dalam mensuplai, mengedarkan dan menggunakan oksigen keseluruh tubuh yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, asupan zat gizi dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status kebugaran kardiorespiratori pada siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Faktor yang diteliti yaitu jenis kelamin, status gizi (IMT/U), asupan energi, asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan asupan zat gizi mikro (zink, zat besi, kalsium, vitamin c). Penelitian ini merupakan penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian yaitu 85 siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta menggunakan uji Spearman Correlation dan Chi Square. Pengambilan data status kebugaran kardiorespiratori dilakukan dengan cara 20meter shuttle run dengan nada bleep test. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden sebagian besar berjenis kelamin laki-laki 67,1%. Kecukupan asupan berdasarkan AKG yaitu asupan energi kurang 87,1%, karbohidrat kurang 89,4%, Protein kurang 69,4%, Lemak kurang 82,4%, Kalsium kurang 100%, Vitamin C kurang 100%, Zink kurang 100% dan Zat Besi kurang 100%. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin (p=0,00) dan status gizi IMT/U (p=0,001) dengan status kebugaran kardiorespiratori (VO2max). dan tidak terdapat hubungan antaa asupan energi (p=0,613), karbohidrat (p=0,739), protein (p=0,249), lemak (p=0,226), vitamin c (p=0,308), zink (p=0,102), kalsium (p=0,130) dan zat besi (p=0,682) dengan status kebugaran kardiorespiratori (VO2Max).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16907/1/FIKES_GIZI_%201505025094_%20NAJRANNISA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

ALL Jurnal 2017 keatas

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16919/

ALL Jurnal 2017 keatas

Hidayati, Hidayati

Hidayati, Hidayati ALL Jurnal 2017 keatas. Fikes Uhamka.

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro (Fe, Vitamin A, Vitamin C dan Vitamin B12), Status Gizi dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Suranenggala Kabupaten Cirebon

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16915/

Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro (Fe, Vitamin A, Vitamin C dan Vitamin
B12), Status Gizi dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja
Putri di SMP Negeri 1 Suranenggala Kabupaten Cirebon

Melani, Putri Melani

Masalah gizi yang sering terjadi pada negara berkembang seringkali menjadi ancaman dalam pembanguanan suatu bangsa. Saat ini Anemia merupakan salah satu masalah utama yang di hadapi oleh Indonesia, khususnya anemia zat besi. Di Indonesia prevalensi anemia sebesar 21.7%, di mana 18.4% terjadi pada laki-laki dan 23,9% terjadi pada perempuan (Riskesdas, 2013). Umumnya penyaebab anemia pada remaja adalah peningkatat kebutuhan pada masa remaja, kurang asupan zat besi dan kehilangan sejumlah zat besi karena terjadi menarche atau menstruasi pertama yang membuat sejumlah zat besi terbuang. Anemia adalah
penurunan kuantitas sel-sel darah merah dalam sirkulasi atau jumlah hemoglobin berada di bawah batas normal 12 gr/dl untuk perempuan dan 13 gr/dl untuk lakilaki (Depkes RI, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi mikro (Fe, vitamin A, vitamin C Dan vitamin B12), pola menstruasi dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Suranenggala Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi analitik menggunakan desain Cross Sectional. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswi kelas VIII. Jumlah sampel sebanyak 60 sampel yang dipilih dengan menggunakan taknik simple rendom sampling. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan asupan zat gizi mikro [zat besi (p=0.000), vitamin C(p=0.003) dan vitamin B12 (p=0.002)], siklus menstruasai (p=0.000) dan pola menstruasi (p=0.003). Tidak ada hubungan asupan vitamin A (p=0.898) dan status gizi (p=0.34).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16915/1/FIKES_GIZI_%201505025106_%20Putri%20Melani.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Gambaran Kualitas Pelayanan Berbasis Syariah Rawat Inap Kelas 3 di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Yogyakarta Tahun 2019

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16911/

Gambaran Kualitas Pelayanan Berbasis Syariah Rawat Inap Kelas 3 di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Yogyakarta Tahun 2019

Nurhayati, Adiya

Pelayanan kesehatan berjalan diatas prinsip-prinsip yang lebih memprioritaskan keuntungan dengan memberikan suatu dorongan untuk menerapkan pelayanan dengan prinsip-prinsip syariah demi menunjang pelayanan guna meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan berbasis syari’ah rawat inap kelas 3 di rumah sakit Nur Hidayah Bantul Yogyakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univarit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap kelas 3. Jumlah Populasi sebanyak 2687 .Jumlah sampel yang diambil terdiri dari 115 orang. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Hasil univariat menunjukkan dimensi kualitas pelayanan dan pelayanan syariah lebih banyak dalam katagori baik terdiri dari, tangible 76%, reliability 80%, responsiveness 77%, assurance 73%, emphaty 70%, rabbaniyyah 58%, akhlaqiyyah 92%, waqi’iyyah 69%, dan insaniyyah 91%.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16911/1/FIKES_KESMAS_1505015003_ADIYA%20NURHAYATI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Asupan Energi, Protein, Kepatuhan Mengkonsumsi Obat dan Dukungan Keluarga Terhadap Status Gizi Penderita TB Paru di Puskesmas Cipinang Besar Utara

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16908/

Hubungan Asupan Energi, Protein, Kepatuhan Mengkonsumsi Obat dan Dukungan Keluarga Terhadap Status Gizi Penderita TB Paru di Puskesmas Cipinang Besar Utara

Febiyani, Nanda Fitria

Tuberkulosis Adalah Penyakit Menular Langsung Yang Disebabkan Oleh Bakteri Mycrobacterium Tuberculosis. Kuman Mycobacterium Tuberculosis Biasanya Masuk Ke Dalam Tubuh Manusia Melalui Udara Pernafasan Ke Dalam Paru. Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan TB Adalah Asupan Energi Protein, Kepatruhan Mengkonsumsi Obat Dan Dukungan Keluarga. Tujuan Penelitian Adalah Untuk Menganalsis Hubungan Asupan Energi Protein, Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Dan Dukungan Keluarga Terhadap Status Gizi Penderita TB Paru Di Puskesmas Cipinang Besar Utara. Dalam Penelitian Ini, Metodologi Yang Digunakan Adalah Dengan Pendekatan Kuantitatif Cross Sectional. Sampel Adalah Pasien Rawat Jalan TB Paru Di Puskesmas Cipinang Besar Utara Sebanyak 56 Orang Dengan Menggunakan Teknik Pengambilan Sampel Dengan Simpel Random Sampling. Analisis Dilakukan Dengan Metode Analisis Univariat Dan Bivariat. Analisis Bivariat Menggunakan Uji Chi Square. Hasil Univariat Menunjukan Responden Dengan Asupan Energi Cukup 51,8%, Asupan Protein Cukup 58,9%, Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Patuh 94,4%, Dukungan Keluarga Tidak Baik 53,6% Dan Status Gizi Normal 55,4%. Hasil Bivariat Menunjukan Adanya Hubungan Asupan Energi Dengan Status Gizi (Pvalue = 0,000), Adanya Hubungan Asupan Protein Dengan Status Gizi (Pvalue = 0,000) Dan Adanya Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Status Gizi (Pvalue = 0,000). Dapat Disimpulkan Bahwa Metabolisme Yang Meningkat Dapat Menyebabkan Kebutuhan Zat Gizi Makro Meningkat Serta Dukungan Keluarga Salah Satu Faktor Eksternal Peningkatan Status Gizi.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16908/1/FIKES_GIZI_%201505025095_%20NANDA%20FITRIA%20FEBIYANI.pdf

Unduh!